Tonton tutorialnya
Langkah 1: Pahami apa yang dilakukan Ease Out
Kurva ease out mulai cepat lalu melambat dengan lembut di akhir. Lihat grafik di bawah. Garisnya langsung melesat naik, artinya gerakan dimulai dengan kecepatan tinggi, lalu kurva mendatar saat gerakan berhenti di tempatnya. Ini yang paling sering Anda pakai untuk objek yang meluncur atau muncul di layar, seperti judul, lower third, dan tombol.

Langkah 2: Atur keyframe Anda
Tambahkan grafik Anda ke timeline dan animasikan dengan dua keyframe. Dalam video, sebuah tombol biru meluncur di atas latar putih, jadi properti Position mendapat satu keyframe di awal pada posisi di luar layar dan satu lagi di tempat tombol harus berhenti. Pastikan animasi Anda sudah berjalan sebelum dihaluskan, karena easing hanya mengubah kecepatan di antara keyframe, bukan posisi akhirnya.
Langkah 3: Terapkan Ease In atau Ease Out
Klik kanan sebuah keyframe di panel Effect Controls dan buka Temporal Interpolation. Submenunya menawarkan Linear, Bezier, Auto Bezier, Continuous Bezier, Hold, Ease In, dan Ease Out. Pilih Ease In atau Ease Out lalu lihat bagaimana gerakan berubah di monitor Program. Jika hasilnya bukan kurva yang Anda bayangkan, undo dan coba opsi lainnya pada keyframe itu. Ikon keyframe berubah bentuk sehingga Anda tahu ease sudah diterapkan.

Lebih halus dengan EaseFlow: pilih keyframe dan terapkan kurva easing sungguhan dengan satu klik, tanpa menyeret handle Bezier. Lihat EaseFlow
Langkah 4: Sempurnakan kurva di grafik kecepatan
Jika ease bawaan tidak sesuai keinginan, klik panah kecil di samping Position untuk membuka grafik di bawahnya. Grafik Velocity menunjukkan seberapa cepat properti bergerak di antara keyframe. Seret handle pada kurva untuk membuat gerakan lebih tajam atau lebih lembut. Bukit yang tinggi dan sempit berarti lonjakan kecepatan yang cepat, sedangkan bukit yang lebih rendah dan lebar berarti gerakan yang lebih lambat dan lembut.

Langkah 5: Pakai Ease Ease untuk gerakan di antara dua titik
Saat Anda menerapkan easing di kedua ujung, hasilnya adalah Ease Ease. Grafiknya berbentuk lonceng: mulai pelan, mempercepat di tengah, dan melambat lagi di akhir. Ini pilihan yang bagus ketika sesuatu berpindah dari satu titik ke titik lain di layar dan tetap terlihat sepanjang waktu, seperti slider, dorongan kamera, atau grafik yang berpindah posisi.

Langkah 6: Pakai Ease In untuk elemen yang keluar dari layar
Kurva Ease In adalah kebalikan dari ease out. Kurva ini mulai pelan dan menambah kecepatan hingga akhir, jadi cocok untuk objek yang keluar dari frame, seperti judul yang meluncur pergi atau tombol yang terbang keluar. Aturan sederhananya: ease out untuk masuk, ease in untuk keluar, dan ease ease untuk gerakan yang tetap berada di layar.

Tips
- Animasikan lebih dari sekadar posisi. Easing juga bekerja pada skala, rotasi, dan opasitas, jadi gunakan pada setiap properti yang Anda animasikan.
- Buat durasi tetap singkat. Animasi cepat dengan easing yang tegas terasa modern dan bersih.
- Sering-seringlah pratinjau. Kurva baru masuk akal setelah Anda melihatnya bergerak, jadi putar animasi Anda setiap kali ada perubahan. Untuk info lebih lanjut tentang easing, baca panduan kami tentang cara memberi ease pada keyframe di Premiere Pro.
FAQ
Bagaimana cara membuat animasi halus di Premiere Pro?
Klik kanan keyframe Anda, pilih Temporal Interpolation, lalu terapkan Ease In atau Ease Out. Setelah itu Anda bisa menyesuaikan kurva di grafik kecepatan.
Apa bedanya Ease In dan Ease Out?
Ease Out mulai cepat dan melambat di akhir, sedangkan Ease In mulai pelan dan makin cepat. Ease Ease melakukan keduanya.
Mengapa animasi saya masih terlihat kaku?
Keyframe Anda kemungkinan besar masih di Linear. Linear bergerak dengan satu kecepatan konstan yang terasa mekanis, jadi ubah ke salah satu opsi ease.
Ingin kurva easing sungguhan tanpa menyeret handle? Lihat EaseFlow untuk Premiere Pro.








